Beli Garam Adalah Hal Rutinitas Dapur
November 12, 2020
garam krosok
Inilah Definisi Garam Krosok Dan Kegunaannya Bagi Kita
January 18, 2021
harga garam surabaya

keresahan menghadapi harga garam surabaya yang berubah-ubah

Surabaya—Jawa Timur, merupakan salah satu kontributor penghasil garam di wilayah Jawa Timur dengan jumlah yang cukup besar. Meskipun lumbung garam berada di Madura, akan tetapi Surabaya memiliki andil dalam pergerakan harga garam surabaya dan produksi hingga distribusi baik garam industri maupun konsumsi. Wilayah Jawa Timur sendiri menjadi penghasil garam terbesar di Indonesia hingga saat ini.

Kebutuhan garam di pasaran terus mengalami peningkatan. Sayangnya, cuaca yang tidak menentu serta beberapa kebijakan menjadi kendala mulai proses produksi hingga harga nasional khususnya harga garam surabaya  yang dinilai merugikan petani. Berikut ini beberapa kendala terkait produksi dan penjualan garam di negeri ini.

Harga Garam Nasional yang Meresahkan Petani

 Pada tahun 2020 lalu, produksi garam wilayah Jawa Timur secara keseluruhan termasuk pula Surabaya di dalamnya mengalami penurunan. Faktor cuaca yang sering hujan menjadi salah satu penyebabnya, pada akhirnya Harga Garam Surabaya juga terkena imbasnya.

Meski harga garam tergantung pada mekanisme pasar, terbukti dengan penurunan hasil produksi tetapi HPP justru mengalami kenaikan meski tidak terlalu tinggi. Namun harga garam di wilayah Surabaya terbilang jauh dari kata layak dan belum bisa membuat petani garam sejahtera.

Selain faktor cuaca yang menyebabkan penurunan produksi, tidak terserapnya 80% garam lokal untuk garam industri juga turut andil menyebabkan Harga Garam Surabaya rendah karena hanya diperuntukkan bagi garam konsumsi.

Kebijakan untuk mengimpor garam industri dari India juga Australia, dirasa justru memperburuk Harga Pokok Penjualan garam dalam negeri. Para petani garam juga distributor berharap agar garam industri dapat menyerap atau memanfaatkan garam lokal SNI.

Dengan begitu diharapkan agar Harga Garam Surabaya juga wilayah lain penghasil garam di Indonesia dapat mengalami peningkatan baik di tengkulak maupun pasaran. Agar para petani garam dapat memperoleh kesejahteraan yang diharapkan.

Sebab saat ini bisa dibilang biaya pengangkutan garam jauh lebih besar dari harga garam di tingkat tengkulak maupun di pasaran. Wacana swasembada garam diharapkan dapat segera diwujudkan dan mampu menstabilkan harga garam dalam berbagai kondisi.

Swasembada Garam dapat Menjadi Solusi Memperbaiki Harga Garam

 Kebutuhan garam nasional terus meningkat baik garam industri maupun konsumsi. Apabila untuk garam konsumsi Indonesia sufah sedikit demi sedikit meningkatkan kuantitas melalui ekstensifikasi, untuk garam industri jalan impor sepertinya masih pemerintah jadikan solusi. Hal tersebut yang menjadikan rendahnya Harga Garam Surabaya juga wilayah lainnya saat ini.

Untuk garam industri, sudah ada standar kadar natrium klorida yang harus dipenuhi, yaitu di atas 97% sementara garam lokal yang dihasilkan para petani umumnya hanya mengandung 92% natrium klorida. Sebab itulah untuk mewujudkan swasembada garam di Indonesia terutama garam industri memerlukan usaha yang cukup keras ke depannya.

Keputusan mengimpor garam industri menjadikan harga beli garam para tengkulak dari petani maupun penjualan di pasaran menjadi rendah karena dianggap sudah cukup melimpah untuk kebutuhan konsumsi. Harga Garam Surabaya sempat mengalami kenaikan untuk harga beli tengkulak dari petani, tetapi tidak cukup signifikan untuk bisa menempatkan petani di titik kesejahteraan.

Mungkin hal ini tidak lepas dari anggapan pemerintah terhadap produksi garam yang tidak cukup besar atau penting nilainya. Meski keberadaannya amat penting dalam kehidupan kita. Oleh sebab itu masih banyak kendala infrastruktur maupun perijinan bagi investor lokal yang ingin turut mengembangkan industri garam nasional.

Sementara ini, yang bisa dilakukan dalam meningkatkan kuantitas serta menjaga stabilitas Harga Garam Surabaya juga wilayah lainnya agar tidak semakin terjun bebas hanya melalui upaya ekstensifikasi lahan, pengembangan Pabrik Garam Industri tanpa lahan juga keterlibatan pelaku usaha swasta dalam membangun dan mengembangkan industri garam Indonesia.

Selebihnya kembali pada peran pemerintah untuk mau memangkas kerumitan birokrasi dalam hal perijinan pembukaan lahan juga infrastruktur seperti pelabuhan ataupun jalan. Sehingga investor lokal dapat turut berperan tanpa harus menggantungkan harapan pada investor asing yang bukan tidak mungkin justru membuat perekonomian Indonesia semakin jauh dari kemandirian.

Ketika pemerintah mau sedikit fokus pada sentra garam yang ada serta mampu membuat proyek strategis nasional terkait garam lokal, bisa jadi Harga Garam Surabaya juga wilayah produsen garam lainnya akan mengalami peningkatan yang signifikan. Petani garam akan memperoleh kesejahteraan, para distributor juga bisa meraih keuntungan yang diharapkan. Semua dapat bersinergi mencapai swasembada garam dan mewujudkan kesejahteraan petani garam Indonesia.

Untuk bisa mewujudkan garam industri sesuai standarisasi, kita juga bisa mengupayakan melalui penambahan kandungan natrium klorida melalui teknologi. Tidak perlu ada tindakan impor garam industri dari luar negeri yang menyebabkan rendahnya harga garam Surabaya juga wilayah produsen garam lainnya di negeri ini. Sekali lagi, peran pemerintah juga pelaku usaha swasta amat dinanti dalam mewujudkan upaya swasembada serta menstabilkan harga garam.

Comments are closed.