Garam Aneka Pangan

Kebutuhan Garam Industri
January 12, 2019
Jual Garam Industri
January 18, 2019

Garam memegang peranan penting  dalam kelanjutan industri-industri di Indonesia.Garam dalam industri aneka pangan adalah  garam yang digunakan sebagai bahan baku industri manufaktur pengolahan makanan atau minuman. Dalam industri pangan misalnya,garam digunakan sebagai bumbu penyedap, bahan pengawet untuk pencegah microorganisme, bahan pengikat (meningkatkan kekompakan daging, mengurangi kehilangan air,ketika pemasakan, menaikkan kelarutan  protein otot dalam air, menstabilkan emulsi pada pembuatan sosis, dsb).Garam aneka pangan juga merupakan promotor pengembangan warna dalam daging olahan, kulit roti, ham, bacon, hotdog dan sebagainya. Juga bisa menjadi penguat tekstur agar adonan roti tidak mudah sobek/ rusak dalam proses pengembangan, melembutkan daging yang diasap, menghaluskan dan mengencangkan  tekstur daging olahan, meningkatkan konsistensi keju dan mengeraskan kulitnya. Selain itu garam juga sebagai pengendali fermentasi yang dapat menghambat aktifitas ragi dan mencegah fermentasi liar sehingga meningkatkan  keseragaman warna, aroma dan tekstur roti, keju, dan lain-lain.

Peran lain dari garam aneka pangan dalam bahan makanan atau minuman adalah untuk membentuk cita rasa makanan, sehingga makanan menjadi berbeda dan menjadi lebih nikmat, peran garam di antaranya adalah

  • Meningkatkan cita rasa

Garam memiliki kemampuan mengurangi rasa pahit, itulah mengapa banyak cokelat  yang dibuat ditambahkan garam untuk menghilangkan rasa pahit dari biji kakao.

  • Meningkatkan suhu

Garam dapat meningkatkan titik didih air. Oleh karena itu ketika anda merebus makanan supaya lebih cepat tambahkanlah sedikit garam.Juga garam dapat menurunkan titik beku air.Itulah sebabnya garam ditaburkan dalam pembuatan es krim.

Garam aneka pangan harus mengandung yodium, karena yodium sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kecerdasan. Garam aneka pangan yang mengandung yodium digunakan sebagai garam industri dan harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) antara lain mengandung yodium sebesar 30 – 80 ppm. Penggunaan garam beryodium sangat bermanfaat untuk memicu pertumbuhan otak, menyehatkan proses tumbuh kembang janin, dan mencedaskan otak. Sedangkan kekurangan yodium dapat menyebabkan penyakit gondok, keterbelakangan mental, bayi lahir cacat, anak kurang cerdas, keguguran pada ibu hamil, dan lain-lain.

Garam aneka pangan adalah garam beryodium atau tidak beryodium yang digunakan sebagai bahan baku atau penolong pada industri aneka pangan  untuk memproduksi makanan maupun minuman. Spesifikasinya garam aneka pangan adalah sebagai berikut:

  • Standar food grade, tingkat kehalusan tertentu.
  • Kadar NaCl min. 97 % (adbk).
  • Kadar Kalsium (Ca) maks. 0,006 %
  • Kadar Magnesium (Mg) maks. 0,06 %
  • Kadar Air (b/b) maks. 0,5 %
  • Bagian tidak larut dalam air maks 0,5 %
  • Kandungan logam Cd: maks 0,5 mg/kg,Pb maks.10 mg/kg: Hg maks 0,1 mg/kg, As mask 0,1 mg/kg
  • Untuk yang beryodium, kadar iodium min. 30 mg/kg (adkb).

Setiap tahun industri aneka pangan membutuhkan garam 500 ribu ton sebagai bahan baku pembuatan mie instan dan pembuatan produk pangan lainnya. Industri aneka pangan menyumbang devisa besar bagi negara. Garam merupakan salah satu komoditas yang termasuk  dalam salah satu sembilan kebutuhan pokok atau yang lebih dikenal dengan sembako. Dengan fakta tersebut kebutuhan akan garam menjadi hal yang penting dan mendesak.Terutama garam dalam industri aneka pangan.Berdasarkan penggunaan garam aneka pangan tersebut, nilai ekspor industri aneka pangan setiap tahun mencapai US$5,6 Miliar. Begitu banyak industri- industri yang bergantung pada produk berbahan baku garam, diantaranya industri aneka pangan.Hampir sebagian besar bahan baku garam menunjang lebih dari 500 Industri Nasional dan untuk menunjang ekspor.

Comments are closed.